Selasa, Februari 17, 2009

Perpisahan

Hari itu dimulai pagi-pagi sekali
Suatu hari di bulan september
Dia berdiri menunggu disamping tempat tidurku
Beberapa saat sebelum fajar.
Bajunya rapi dan kaku dikanji.
Semua rencana telah disusun dengan cermat.
Dia tahu hari itu akhirnya tiba.
Dan dia tidak takut.
Aku juga tahu hari ini akan tiba
Enam tahun yang singkat telah berlalu.
Ketika kami pertama kali bertemu, aku memeluknya erat
Hatiku berbunga-bunga.
Sejak itu, setiap hari kusimpan sebagai kenangan manis
Hari-hari yang kami lewatkan bersama.
Tetapi waktu berlalu terlalu cepat
Secepat sehelai bulu burung.
Dan sekarang dia menunggu dengan tidak sabar,
Wajahnya penuh senyum, gembira karena akan pergi.
Perpisahan kami tidak membuatnya sedih
Atau membuat hatinya berduka.
Aku memeluknya erat-erat sekali lagi
Dan merasakan tubuhnya mengejang.
Kakinya yang gelisah, akhirnya bebas.
Lari melompat-lompat sepanjang jalan.
Sekilas menoleh ke belakang, lambaian yang tergesa
Dan segera dia hilang dari pandangan,
Dan aku berdiri sendirian
Untuk merasakan kesesakan di dada.
Aku sedih membayangkan
Hari-hari panjang seminggu ke depan,
Dan meski aku bersumpah aku takkan sedih,
Sebutir airmata meluncur menuruni pipiku.
Suamiku memelukku dan tersenyum padaku,
Sungguh aku tolol dan sentimental,
Tapi aku tahu, dia juga sedih,
Pada hari pertama anakku masuk sekolah.

0 komentar:

Poskan Komentar